Manado, 12 Agustus 2025 – Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado menggelar Rapat Distribusi Mata Kuliah Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang dirangkaikan dengan Evaluasi Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sarana dan Prasarana sebagai tindak lanjut rekomendasi Audit Mutu Internal (AMI). Kegiatan yang berlangsung di Aula FUAD ini dihadiri oleh Dekan, para Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Program Studi, seluruh dosen, serta tenaga kependidikan.

Dekan FUAD IAIN Manado dalam sambutannya menegaskan bahwa rapat ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan akademik dan layanan pendukung sebelum perkuliahan dimulai. “Distribusi mata kuliah adalah pondasi awal kelancaran perkuliahan. Sementara evaluasi SDM dan sarpras berbasis AMI memastikan setiap aspek pendukung telah memenuhi standar mutu,” ujarnya.
Pada sesi distribusi mata kuliah, masing-masing program studi memaparkan rencana pembelajaran, beban SKS, serta penetapan dosen pengampu berdasarkan kompetensi, kualifikasi akademik, dan pemerataan beban kerja. Proses ini juga mempertimbangkan catatan evaluasi kinerja dosen pada semester sebelumnya, sehingga penugasan lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan kurikulum.
Khusus Program Studi Manajemen Dakwah (MD), Ketua Prodi mempresentasikan rekapitulasi perolehan SKS seluruh dosen untuk memastikan setiap dosen homebase Prodi MD memperoleh beban mengajar yang sesuai dengan ketentuan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni mencakup pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dari hasil rekap tersebut, seluruh dosen homebase Prodi MD dipastikan telah memenuhi beban minimal SKS yang diatur dalam regulasi, sekaligus menjaga proporsionalitas pembagian tugas agar tidak terjadi ketimpangan beban kerja.
Selanjutnya, evaluasi SDM mencakup dua fokus utama:
- Kinerja Dosen – meliputi kesesuaian Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan pelaksanaan, penerapan metode pembelajaran inovatif, kehadiran, serta kontribusi dalam pembinaan kemahasiswaan.
- Kinerja Tenaga Kependidikan – meliputi kecepatan dan ketepatan layanan administrasi, daya tanggap terhadap kebutuhan mahasiswa dan dosen, serta penguasaan teknologi perkantoran dan akademik.
Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas dosen dan tenaga kependidikan telah memenuhi standar mutu, namun masih diperlukan peningkatan keterampilan digital, penguatan koordinasi antarunit, dan proaktivitas layanan.

Pada evaluasi sarana dan prasarana, pembahasan diarahkan pada temuan Audit Mutu Internal (AMI) yang mencakup penambahan kursi untuk kelas berkapasitas besar, peningkatan kapasitas jaringan internet, serta penataan ulang ruang administrasi agar lebih efisien dan nyaman. Selain itu, dibahas pula rencana perbaikan fasilitas pendingin ruangan (AC), pemenuhan jumlah ruang kelas yang memadai, serta kesiapan masing-masing program studi menghadapi asesmen lapangan reakreditasi.
Dalam forum ini juga dievaluasi kesesuaian kurikulum program studi dengan pendekatan Outcome Based Education (OBE), termasuk memastikan seluruh dosen telah menyiapkan dan melaksanakan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang selaras dengan kurikulum OBE.
Wakil Dekan II menegaskan bahwa seluruh hasil evaluasi akan dituangkan dalam rencana aksi (action plan) dengan target waktu yang terukur. “Kami menargetkan semua rekomendasi AMI, baik terkait SDM maupun sarpras, dapat dituntaskan sesegera dan dilaporkan sesegera mungkin sehingga manfaatnya langsung dirasakan mahasiswa dan dosen,” tegasnya.

Dengan menggabungkan distribusi mata kuliah dan evaluasi berbasis AMI dalam satu forum, FUAD IAIN Manado memperkuat komitmen untuk menghadirkan proses pembelajaran yang efektif, layanan akademik yang prima, dan fasilitas yang memadai demi terwujudnya mutu pendidikan yang unggul.